HUMOR : Made In Japan
Di luar Hotel Hilton, seorang turis Jepang, mau pergi ke bandara, naik taxi di jalan, tiba-tiba mobil kencang, menyalip taxinya si Jepang, dan dengan bangga si Jepang berteriak; “Aaaaah Toyota made in Japan sangat cepat… Hebat! Nggak lama kemudian mobil lain menyalip taxinya si Jepang, lagi…! Teriak lagi ; “Aaah Nissan made in Japan… sangat cepat. Hebat!”. Nggak lama lagi lewat lagi satu mobil menyalip taxinya si Jepang, dia teriak lagi “aAAaah Mitsubishi made in Japan sangat cepat…! Semua Japan Hebat!.”
Kali ini sopir taxi, kesal melihat penumpangnya yang bener-bener nasionalis Japan, di bandara sopir taxi bilang ke si Jepang…
Supir taxi : “100 dollars please….”
Si jepang : “100 dollars…?! It’s not that far from the hotel…..!!!!!!!!”
Supir taxi : “Aaaah… Argometer made in Japan sangat cepat sekali………………………… H E B A T…”!!!!! ???
Penjual Jam
Di sebuah kota kecil hiduplah seorang Arab yang berprofesi sebagai penjual jam. Orang manggilnya “Wan abud”. Nah Wan Abud nawarin jam di pasar lewat tulisan yang terpampang di depannya; “JAM Rp. 3000, DIJAMIN TIDAK RUSAK”. Ada seorang Ibu kemudian membeli jam tersebut, dan baru beberapa menit tiba-tiba jam tersebut mati.
Lalu Ibu tersebut kembali ke pasar dengan hati yang dongkol. “Wan Abud, kok jamnya rusak. Katanya dijamin tidak rusak…” Lalu Wan Abud menjawab dengan entengnya, “Ane benar kan orang Arab bacanya dari kanan”. ( Rusak tidak dijamin )
Tidak Dihukum
Di sebuah sekolahan seorang murid bertanya sesuatu perkara kepada gurunya…
Murid : Pa Guru, apakah orang boleh dihukum untuk sesuatu yang belum dibuatnya ?
Pa Guru : Oh, semestinya tidak. Orang hanya boleh dihukum untuk perbuatan yang telah dilakukannya.
Murid : Syukurlah, Pa Guru. Saya belum membuat PR yang diberi oleh Pa Guru kemarin.
Pa Guru : #@%^&*%$.....
Senin, 18 Oktober 2010
Selasa, 05 Oktober 2010
Harapan
Harapan menaruh perhatian pada kebaikan,
dan bukan berulang-ulang mencari keburukan.
Harapan selalu membuka pintu di mana putus
asa senantiasa menutupnya.
Harapan mencari apa yang bisa dikerjakan
dan bukan menggerutu karena kertidaktahuan.
Harapan memancarkan kepercayaan mendalam
terhadap Tuhan dan kebaikan alam.
Harapan “menyalakan terang” dan bukannya
“mengutuki kegelapan”.
Harapan melihat masalah, besar atau kecil,
sebagai kesempatan.
Harapan tidak menghargai khayalan, juga tidak
mengungkapkan kesinisan.
Harapan selalu membentangkan tujuan besar,
dan tidak frustasi dengan kegagalan atau kemunduran.
Harapan selalu mendorong ke depan ketika
mundur begitu mudah untuk dilakukan.
Harapan menghargai kemajuan meski perlahan,
karena sadar bahwa “perjalanan jauh ke muka
selalu dimulai dengan langkah pertama”.
Harapan memaklumi kesalahpahaman,
karena tujannya adalah melayani
dengan lebih baik lagi.
Harapan adalah kalah dengan lapang dada,
karena pada akhirnya kemenangan
pasti akan bersinar.
dan bukan berulang-ulang mencari keburukan.
Harapan selalu membuka pintu di mana putus
asa senantiasa menutupnya.
Harapan mencari apa yang bisa dikerjakan
dan bukan menggerutu karena kertidaktahuan.
Harapan memancarkan kepercayaan mendalam
terhadap Tuhan dan kebaikan alam.
Harapan “menyalakan terang” dan bukannya
“mengutuki kegelapan”.
Harapan melihat masalah, besar atau kecil,
sebagai kesempatan.
Harapan tidak menghargai khayalan, juga tidak
mengungkapkan kesinisan.
Harapan selalu membentangkan tujuan besar,
dan tidak frustasi dengan kegagalan atau kemunduran.
Harapan selalu mendorong ke depan ketika
mundur begitu mudah untuk dilakukan.
Harapan menghargai kemajuan meski perlahan,
karena sadar bahwa “perjalanan jauh ke muka
selalu dimulai dengan langkah pertama”.
Harapan memaklumi kesalahpahaman,
karena tujannya adalah melayani
dengan lebih baik lagi.
Harapan adalah kalah dengan lapang dada,
karena pada akhirnya kemenangan
pasti akan bersinar.
Kebodohan
Kutulis semua ceritaku
Didalam kanvas hatimu
Kunyanyikan laguku
Dalam relungmu yang membisu
Langkah yang tak bisa terhitung
Oleh sinar yang mencari
Kutemukan yang menurutku hilang
Tapi tak bisa ku gapai
Samudra yang kejam menghantamku
Bagai ombak yang menelan sampanku
Sebuah tempat yang nyaman
Tlah tersisih dan berceceran
Hanya ini yang ku punya
Cermin yang remuk dan tak berbayang
Keusangan yang selalu bergembira
Tapi tak ada jua yang bergeming
Ternyata tak ada yang kutemukan
Karena tak ada yang hilang
Hanya sebuah kebodohan
Dikala lautan tak lagi menerjang
Langganan:
Postingan (Atom)